Bukan kaum mayoritas -
Menjadi mahasiswa biasa sudah terlalu jadi siklus bagi sebagian orang biasa, namun tidak bagi seorang yang memiliki daya jelajah pemikiran yang tinggi, hingga keinginan untuk mengubah status dari orang mayoritas lantas menjadi orang minoritas.Bukan tentang ras, suku, agama, namun ini tentang keluar dari kebiasaan orang biasa yang menghasilkan sebuah konteks lingkungan baru sebagai orang yang tidak sama seperti kebanyakan orang.
Teguh Prasetyo, teman biasa mengucap dengan panggilan Teguh saja. Orang yang merasakan ranjau-ranjau jalanan, bukan tentang dia sebagai anak jalanan, tapi hanya saja pernah merasakan pahitnya hidup di perantauan, pernah mengabdikan diri kepada sebuah perusahaan financial di Bandung, namun dia merasa tempatnya bekerja bukan tempat terbaik baginya, mulai dari target kerja hingga agregat bagi hasil yang tidak masuk akal menurutnya. Tidak mau menetap pada tidak adanya kepastian akan jenjang karir yang menjanjikan maka dia memutuskan untuk resign dari perusahaan tersebut.
Seperti orang kebingungan yang tidak memiliki tempat tinggal, ya dia memang perantau jadi wajar saja apabila akal dan fikirannya sedikit terkuras hanya untuk memikirkan kehidupannya di perantauan.
Keinginan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi harus terhalang dengan rintangan yang hampir sama dengan orang lain, biaya melanjutkan kuliah sudah terlalu membuat dia berpikir bagaimana orang tua mencapai biaya yang harus dibayarkan ke universitas, "saya harus berfikirr ulang tentang orang tua yang memang gak sanggup biaya", keluhnya saat kami wawancarai. Bahkan Teknik Sipil UNJANI pernah dicoba melalui jalur akademik, dan berhasil mendapatkan peluang untuk masuk menjadi bagian dari Universitas tersebut namun tak diambilnya.
"Ketika yang lain sibuk daftar ulang beres-beres berkas saya nekad Ke Bandung bawa uang Rp.400.000 dan motor Jupiter MX kesayangan.
Singkat cerita selama di Bandung kirim lamaran ke pabrik-pabrik yang ada di sana namun sampai 3 bulanan saya gak dapat panggilan juga. Tapi untung saya tidur ada di sodara jauh, walaupun malu sebenarnya. Saat itu daripada nganggur saya coba daftar ojek online karena memang saat itu belum terlalu banyak driver. Lumayan juga penghasilan ojek online. Rp.100.000 sehari bersih bisa dapat. Meski gak sampai larut malam. Tapi tau kan jalanan di kota panas asap kendaran. Macet nya parah!. tapi jangan ngeluh. Makin lama driver makin banyak makin sepi orderan masuk. Saya coba masukin lagi lamaran. Akhirnya ada 1 perusahan pialang berjangka. Saya jadi marketing, intinya nyari nasabah yang uangnya di tradingkan.saya sedikit tahu tentang trading dari sana. Perusahaan komoditas itinya. Nah tapi disana gak dapat gaji sama sekali kalau belum dapat nasabah. Dan minimal nasabah yang harus di tradingkan uangnya adalah 100 jt. Wagila sih mana mungkin kan?!. saat itu saya berfiki, Orang juga akan nyangkanya penipuan. Nah saat jadi marketing, Saya sering ke spot spot lapangan seperti balkot, gasibu, sampai Sumedang pun pernah. Pakai motor sendiri gak di ganti uang bensin sepeserpun. Miris!, Sampai di kira mau hipnotis sama orang-orang.
Singkat crita stelah 1 bulann saya keluar. Dan kebetulan dapat panggilan di pabrik textile pembuatan kain. Saya di tes psikotes dll, akhirnya 2 minggu langsung kerja. Disana Saya dapat gaji tetap walau malam ku jadikan siang, siang berlalu penuh mimpi. Dengan sistem kerja shift jadi kalo kebagian malam ya begadang sambil angkat angkat benang yang mau di sulap jadi kain. Yang berat rata-rata 50 kg per keranjang. Udah kayak remuk inj badann. Tapi saya jalanin karena butuh!. Singkat cerita lagi 4 bulan dsana dapat perlakuan gak enak dari senior. You know lah kerasnya di pabrik. Yang gak bener kuat mah muak dengan perlakuan dari senior. Istirahat dikit panggilan. Nah satu titik saya muak dan melawan. Akhirna di panggil ke ruang HRD dan saya kena SP1 kalo SP3 berarti saya di out. Tapi saya gapap demi kebenaran. Singkat saat itu sedang bulan Ramadan dan ada libur saya pulang. 2 minggu saya dirumah balik lagi ke bandung dan di perjalanan saya kecelakaan ada bus nyerempet motor saya gak bisa di pakai harus ke bengkel kejadian malam hari jam 23.00 WIB dan saat itu gak ada bengkel buka. Akhirya saya hubungi orang tua untuk jemput. Saat itu mereka meminjam mobil bak temanya bapak. Motor pulang ke rumah. Tapi saya melanjutkan ke bandung karena esok hari kerja. Saya agak terpincang, Saya telat dari jam kerja dan di suruh ke ruang HRD. Tapi setelah disana mereka gamau tau gaboleh telat walau ada bukti saya kecelakaan tapi mereka mau surat dokter. Saat itu saya gak ke dokter karena memang masi tutup dokter rujukan pabrik, lokasi yang agak jauh karena gak punya motor saat itu. Nah saya agak muak di kerja jadi jogngos terus. Saya bilang ke HRD kalo gak ada surat dokter terus gimana?. Ya kamu di of karena SP2, jawabnya. Saya keluar dari pabrik dan gaji terakhir gak di kasi sana tunjangan. Sekirat 4 jtan lah. Dan mulai menceri peluang sama temen saat itu. Dari modal kecil gagal ditipu pernah. Tapi akhirnya bisa melewati dan Alhamdulillah", Menceritakan pengalamannya.
Dengan semua kenyataan yang terjadi akhirnya dapat menemukan peluang yang membuat dirinya saat ini mampu membayar biaya melanjutkan pendidikannya, mencukupi kebutuhan sehari-hari hingga membeli barang-barang yang diinginkannya. Entah sudah berapa pendapatan yang diterima setiap hari dari bisnisnya saat ini, yang jelas dulu awal 2019 saja dia bisa dapat setengah juta perhari hanya dengan bermodalkan HP android dan kartu debit selain itu mungkin website yang dia bangun dan tentunya kepercayaan konsumen yang menjadi aset terbesar dari bisnis tersebut. Dulu masih berjuang sendiri, namun sekarang sudah ada 2 admin yang menunjang pengelolaan hingga pelayanan dari perusahaan jasa tersebut.
Bisnisnya tidak mainstream, ya itulah yang membuat dia mendapatkan hasil yang lumayan fantastis untuk sekelas mahasiswa.
Siapa sangka dari konversi pulsa ke uang dapat menghasilkan keuntungan yang lumayan (Guede menurut saya)?
Ya, dari bisnis konversi pulsa! . Ternyata selisihnya dapat membuat dia mengubah nasib, sepele? . Tidak!, karena memang mencari peluang yang masih minim pesaing itu enggak semudah membalikan gunung! (foto gunung maksudnya) ha...
"Bisnis adalah ketika orang lain mengeluhkan mengenai masalah kamu bisa jadi solusinya", tuturnya dengan penuh semangat.
kapan konversi pulsa ke rupiah dibutuhkan?. Pada era digital saat ini transaksi jual beli melalui media internet menjadi sesuatu yang sangat mudah untuk dilakukan, tidak terkecuali bagi orang-orang yang belum memiliki kartu pembayaran atau semacam kartu debet yang bisa transaksi transfer antar bank, maka dengan gantinya adalah dengan cara membayar menggunakan pulsa.
Gini deh analoginya, A=Pemilik barang, B=Pembeli. Nah saat B mau beli barang dari A ternyata B gak punya E-banking atau kartu debit, katakan malam hari yang tentunya bank udah tutup tapi masih ada counter pulsa yang buka, itulah alternatifnya dengan pembayaran menggunakan pulsa. Namun A yang menerima pembayaran dengan pulsa tentunya mau pulsa itu jadi uang rupiah dong, hingga akhirnya bertemulah dengan jasa macam Teguh ini, pulsa dapat dikonversi ke uang namun dengan selisih yang menguntunngkan keduabelah pihak, dari selisih itulah dia mendapatkan keuntungan yang menurut penuturannya juga transaksi tiap bulannya bisa ratusan juta yang menghasilkan selisih puluhan juta, mantap bukan ?.
Sudah ada sedikit bergetar jantung pacu nya ?, ayo segera bergerak untuk menemukan peluang peluang lainnya disekitar anda.
Voice-voice mutiara darinya, "Pesan saya jangan sampai mengeluh. Percaya lah jika dunia ini memang berputar. Apapun bisa terjaadi. Ubah mindset kamu bahwa saya tidak punya apa apa. Saya di lahirkan dari keluarga tidak mampu, saya tidak punya modal. Stop. Karena bisnis adalah tentang memulai dari apa yang sudah di rencanakan. Dan menjadi solusi bagi permasalahan orang lain. pintarlah cari peluang. Buat solusi permasalahan orang lain . Terus belajar jangan pernah menyerah. Namanya gagal rugi dan antek anteknya sudah biasa dalam bisnis. Mental pun harus kuat. . Kalo kamu memang skrng di zona nyaman keluarlah cari hal baru peluang baru".
Sekian yang dapat saya tulis pada kesempatan kali ini semoga dapat menjadi motivasi yang sekarang masih mager dan menikmati rebahan untuk segera beranjak mencari celah-celah percuannan he...
Terima kasih terlah membaca.
Profil Penulis
Rahman Frediansah, Ciamis 13 Februari 1999.
Alamat tinggal Kawali-Ciamis 46253.
Narahubung 082217438070.
MasyaAllah kereeen👍👍
ReplyDeleteSangat menginspirasi, semoga temen temen yang masih berjuang di luar sana dapat dengan segera menemukan pekerjaan yang sesuai passionnya dan bisa menjadi pemuda mandiri
ReplyDelete